Foya-foya Itu Boleh-boleh saja, tapi...

Banyak yang bisa digali dari sosok Martino Wibisono (28), anggota CU Mandiri dengan NBA 2954. Trik hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang muda.

Tino, demikian ia biasa disapa, memiliki ketertarikan pada bidang musik sejak kelas 1 SMA. “Waktu itu, saya belajar alat musik gitar,” katanya. Bermula dari gitar, Tino memacu kemampuan bermusiknya dengan mempelajari alat musik bas, piano, bahkan drum. Kini, ia piawai memainkan alat-alat musik tersebut.

 

Yakin

Bagi sebagian orang, pemusik masih belum dipandang sebagai suatu profesi yang menjanjikan. Demikian halnya Tino. Awal menggeluti musik, ia merasakan profesi ini nihil masa depan.

Banyak hal yang menjadi batu sandungan  saat ia mencoba fokus pada profesi ini.  “Iya, sempat putus asa juga saat itu,” kenangnya.

Tino mencoba melihat kembali upaya yang dilakukan. Ia mengaku, usahanya selama ini ternyata masih belum maksimal. “Harus lebih maksimal, dan tetap yakin bahwa profesi ini baik dan tepat,” tekadnya saat itu.

Berbekal semangat itulah Tino mencoba bertahan dan lebih fokus lagi. Beberapa terobosan baru dilakukan. Ia menjalin kerjasama dengan beberapa pihak. Membuat proposal penawaran dan tetap menjalani jadwal rutin  bermain musik di beberapa tempat yang sudah ada, misalnya.

Semua dilakukan dengan arah ke depan yang jelas. “Talenta sudah diberikan maka perlu terus dikembangkan,” serunya memotivasi diri.

 

Tak cukup skill

 “Dibutuhkan  doa dan ketekunan,” tegasnya.

Semangat itulah yang selalu dibagikan pada anak didiknya. “Bukan hanya skill saja yang dilatih. Kesabaran dan emosi juga penting!” tandasnya.

Sementara ini Tino lebih fokusk pada segmen anak-anak. Alasannya, banyak orangtua yang lebih bangga anak-anaknya bisa main musik. Bermusik dipandang sebagai suatu keahlian khusus yang tidak semua anak bisa.

Tino memiliki mimpi. Seandainya di CU Mandiri ada komunitas anggota luar biasa (ALB) yang salah satu bergerak di bidang musik, Tino sangat terbuka untuk mendampingi anak-anak ini. Anak-anak yang  bisa bermain musik dikumpulkan dalam suatu grup band ALB. Menurutnya, ini bagus untuk perkembangan keanggotaan, terutama anak- anak. Sangat sesuai dengan sisi pemberdayaan CU Mandiri.

“Bahkan, secara tidak langsung akan tumbuh jejaring baru antara CU Mandiri, anggota, dan penyedia alat musik. Artinya, dari sisi bisnis juga bisa jalan bersama,” jelasnya.

 

Sisihkan

Sekarang kesibukan sebagai pemusik sekaligus guru les privat sangat menyita waktu. Kendati demikian, memiliki toko alat musik dan music course tetap menjadi fokus profesinya.

Tino sudah mulai mengatur langkah-langkah menuju mimpinya. Keanggotaannya di CU Mandiri sejak tiga tahun silam merupakan salah satu langkah tersebut.

“Kalau produk tabungan itu sudah biasa. Yang menarik di CU Mandiri adalah adanya fasilitas keanggotaan, mulai produk pinjaman yang beragam sampai fasilitas ekstra yang bisa didapat oleh anggota,” paparnya.

Menurutnya, CU Mandiri mestu menjadi mitra bagi orang muda. “CU Mandiri cocok untuk anak muda, terutama produk simpanan wajibnya. Ia mendisiplinkan anggota untuk selalu menyisihkan penghasilan demi masa depan.”

Tino tak sepenuhnya setuju dengan seruan ‘Muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga’.

“Foya-foya itu boleh-boleh saja! Tapi, jangan lupa, sisihkan untuk simpanan masa depan!” tandasnya. (Chris)

Baca juga:

Tiburtius Edi Trayoda | 22 September 2014 - 08:27:59 WIB
Hehehe ... semangat bro ...

Jika Anda tidak online FB, silahkan tinggalkan komentar disini: